Siapa yang tak kenal Bandung Bondowoso? Seorang pemuda sakti mandraguna yang mampu mengutuk Roro Jonggrang, seorang putri dari Prabu Boko yang tersohor dengan kecantikan paras wajahnya menjadi sebuah patung untuk melengkapi candi ke-seribu yang sampai sekarang dapat kita saksikan bersama.

Tapi, tahukah Anda siapa itu Bandung Bondowoso?

Nama aslinya adalah Joko Bandung, Putra mahkota dari kerajaan Pengging. Putra dari Prabu Damar Moyo. Joko Bandung dikisahkan pernah beradu kesaktian dengan seorang raksasa sakti yang bernama Bondowoso. Ilmu kanuragan keduanya sama-sama tinggi. Tapi, dalam pertarungan tersebut, Bondowoso akhirnya kalah. Lalu, Bondowosopun meminta izin agar rohnya menyatu dalam tubuh Joko Bandung dan menginginkan namanya digabung dengan Joko Bandung. Pemuda itupun sepakat dengan nama barunya, Bandung Bondowoso. Karena itu pula kesaktiannya bertambah dua kali lipat hingga kian tak tertandingi.

Suatu hari, Bandung Bondowoso ditugaskan oleh ayahandanya, Prabu Damar Moyo untuk menggempur Keraton Boko karena dianggap memberontak. Keraton Boko adalah sebuah kerajaan yang berdiri di bawah Kerajaan Pengging. Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Boko, seorang Raja berwujud raksasa yang terkenal sangat kejam dan sadis. Prabu Boko memiliki seorang putri semata wayang yang memiliki paras wajah yang cantik rupawan yang bernama Roro Jonggrang.  

Pertempuran antara Kerajaan Pengging dan keraton Boko itupun tak terelekkan. Dengan ilmu kesaktian yang dimiliki Bandung Bondowoso, akhirnya Prabu Boko gugur di tangannya.

Sepeninggal Prabu Boko, ia masih meninggalkan Roro Jonggrang. Putri semata wayangnya yang terkenal dengan kecantikan paras wajahnya. Karena kecantikannya pula, Bandung Bondowoso menjadi terpikat dan ingin memperistrinya. Tapi, Roro Jonggrang tidak mencintai Bandung Bondowoso. Bahkan sangat membencinya ketika mengetahui jikalau laki-laki yang ingin memperistrinya adalah pembunuh ayahnya. Namun, Roro Jonggrang tidak berani menolaknya secara terang-terangan pinangan dari Bandung Bondowoso. Sebab, ia takut dengan Bandung Bondowoso yang terkenal sangat sakti, maka untuk mengelabuhi Bandung Bondowoso, sang puteri membuat sebuah siasat dengan meminta dua persayaratan untuk bisa meminangnya.

Baca terus...

Syarat yang pertama, Bandung Bondowoso harus membuat sebuah sumur yang diberinya mana “Sumur Jolotundo”. Dengan kesaktiannya, syarat ini tidaklah berarti apa-apanya. Bandung Bondowoso mampu menyelesaikannya dengan cepat. Setelah selesai, Bandung Bondowoso memanggil Roro Jonggrang untuk melihatnya. Namun, disaat Roro Jonggrang di tepi sumur, ia mendorong Bandung Bondowoso hingga jatuh ke dalam sumur. Lalu, memerintahkan Patih Gupolo untuk menimbun sumur tersebut dengan tanah dan batu.

Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso mampu keluar dan selamat dari Sumur Jolotundo. Mulanya, sang Pengeran sangat marah dengan kelicikan Roro Jonggrang. Tapi, sekali lagi beliau tersihir dengan kecantikan sang putri. Akhirnya, rasa marahnyapun hilang dengan sendirinya.

Lalu, Roro Jonggrang pun mengajukan syarat yang kedua. Syarat yang kedua ini meminta Bandung Bondowoso untuk membuat seribu candi dalam waktu satu malam. Candi tersebut harus sudah selesai sebelum ada ayam jantan berkokok atau sebelum fajar menyingsing. Dengan kehebatan yang dimilikinya, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan pekerjaannya karena ia dibantu oleh pasukan bangsa jin yang sangat patuh kepadanya.

Roro Jonggrang semakin ketakutan ketika malam masih panjang dan Bandung Bondowoso sudah menyelesaikan 999 candi. Mengetahui bahwa Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan pekerjaannya, Roro Jonggrang sangat panik, sehingga ia menyuruh para dayangnya untuk menabuh lesung (tempat menumbuk padi) guna membangunkan ayam, supaya berkokok. Dengan harapan si Bandung Bondowoso merasa bahwa hari sudah pagi. Sehingga gagal dalam membuatkannya 1000 candi.

Mengetahui hal tersebut adalah ulang sang puteri, Bandung Bondowoso menjadi sangat marah. Ia merasa telah ditipu, sehingga ia mengucapkan kutukan, bahwa untuk melengkapi jumlah candi genap seribu, puterilah yang disabda (dikutuk) hingga berubah menjadi candi. Lalu, jumlah candi menjadi seribu dan oleh orang jawa disebut dengan candi Sewu yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan bersama wujud dan keberadaannya.

 

Artikel

  

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS: 082223338771

WhatsApp: 082223338771

Email:

BagianPemesanan@gmail.com

 

Call Center 2

Telepon & SMS: 085712999772

WhatsApp: 085712999772

Email:

SpiritualPower88@gmail.com

 

 Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

 

 

 

DEPAN  |  KANG MASRUKHAN  | ILMU KESAKTIAN  |  KEUNGGULAN  |  TESTIMONI  | CARA PEMESANAN | TENTANG KAMI   

 Hubungi Kami : 082223338771 / 085712999772      

Asosiasi Parapsikologi Nusantara